Lompat ke isi

WhatsApp

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
WhatsApp Messenger
WhatsApp Messenger logo
Tampilan antarmuka ruang obrolan WhatsApp di perangkat seluler.
Tampilan antarmuka ruang obrolan WhatsApp di perangkat seluler.
Informasi Perangkat Lunak
Pengembang WhatsApp LLC (bagian dari Meta Platforms)
Rilis awal 24 Februari 2009
Rilis stabil terakhir Beragam berdasarkan sistem operasi
Sistem operasi Android, iOS, Windows, macOS, KaiOS
Ukuran Bervariasi berdasarkan platform perangkat
Bahasa tersedia Lebih dari 60 bahasa
Jenis Pesan instan, Voice over IP (VoIP)
Lisensi Perangkat lunak berpemilik gratis (Freeware)
Situs web
www.whatsapp.com

WhatsApp Messenger, atau lebih lazim disebut secara ringkas sebagai WhatsApp (sering disingkat WA), adalah sebuah aplikasi pesan instan dan panggilan suara melalui IP lintas platform tersentralisasi yang bersifat gratis. Aplikasi ini dimiliki dan dioperasikan oleh perusahaan konglomerat teknologi Meta Platforms, Inc. (sebelumnya bernama Facebook, Inc.).

WhatsApp memungkinkan para penggunanya untuk mengirim pesan teks dan pesan suara, melakukan panggilan suara dan panggilan video, membagikan gambar, dokumen, tautan, serta informasi pelacakan lokasi secara waktu-nyata. Secara fundamental, aplikasi klien WhatsApp dirancang untuk dijalankan melalui perangkat seluler, di mana pendaftaran akunnya mewajibkan pengguna untuk memiliki nomor telepon seluler yang aktif. Meskipun demikian, layanannya juga dapat diakses melalui komputer desktop atau laptop selama perangkat seluler pengguna tetap terhubung ke jaringan internet, sebuah sistem yang kemudian diperbarui oleh perusahaan sehingga memungkinkan penautan mult-perangkat yang beroperasi secara independen.

Pada awal peluncurannya, WhatsApp beroperasi sebagai perusahaan mandiri (WhatsApp Inc.) yang berpusat di Mountain View, California. Pada bulan Februari 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp dengan nilai fantastis sebesar US$19,3 miliar, menjadikannya salah satu akuisisi perangkat lunak terbesar dalam sejarah teknologi modern. Pada tahun 2015, WhatsApp resmi melampaui berbagai aplikasi kompetitor dan menjadi aplikasi pesan terpopuler di seluruh dunia. Layanannya memegang peranan sangat krusial sebagai sarana komunikasi primer di berbagai wilayah geografis, khususnya di Amerika Latin, Anak benua India, sebagian besar benua Eropa, dan Afrika.

Sejarah

2009–2014: Pendirian dan pertumbuhan independen

WhatsApp diciptakan oleh Jan Koum dan Brian Acton, yang keduanya merupakan insinyur perangkat lunak veteran mantan karyawan di Yahoo!. Setelah meninggalkan Yahoo! pada September 2007, mereka sempat mendaftar untuk bekerja di Facebook namun ditolak.

Ide awal pembuatan aplikasi ini muncul setelah Koum membeli sebuah iPhone pada Januari 2009. Ia menyadari potensi masif dari App Store yang saat itu baru berumur beberapa bulan dalam melahirkan industri baru aplikasi seluler. Pada awalnya, WhatsApp tidak dirancang sebagai aplikasi pengiriman pesan, melainkan sebagai utilitas penunjuk "status" buku alamat yang akan menginformasikan teman-teman apakah pengguna sedang sibuk, sedang dalam panggilan, atau berada di pusat kebugaran. Koum memilih nama "WhatsApp" karena pelafalannya menyerupai frasa sapaan bahasa Inggris, "What's up?".

Perusahaan WhatsApp Inc. didirikan pada 24 Februari 2009 di California. Aplikasi versi awal sering kali mengalami kerusakan sistem (crash) dan menyebabkan Koum hampir menyerah. Titik balik terjadi pada Juni 2009 ketika Apple meluncurkan sistem pemberitahuan dorong (push notification), memungkinkan pengembang mengirim sinyal ke pengguna bahkan saat aplikasi tidak dibuka. Koum memodifikasi WhatsApp sehingga setiap kali seorang pengguna mengubah statusnya, seluruh daftar kontaknya akan menerima notifikasi. Secara tak terduga, fitur ini malah digunakan oleh pengguna untuk mengobrol dan bertukar pesan instan secara berbalasan (ping-pong). Menyadari pergeseran fungsionalitas ini, Koum merilis WhatsApp 2.0 yang sepenuhnya difokuskan pada komponen perpesanan. Jumlah pengguna aktifnya segera melonjak drastis hingga angka 250.000 orang.

2014–sekarang: Akuisisi Facebook dan ekspansi fitur

Berkat pertumbuhannya yang tak terbendung dan sistem tanpa iklan yang disukai pengguna, WhatsApp menjadi target incaran perusahaan teknologi raksasa. Pada 19 Februari 2014, bertepatan dengan bulan yang sama dengan hari jadi WhatsApp yang kelima, Facebook, Inc. mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi WhatsApp dengan nilai kompensasi sebesar US$19 miliar yang dibayarkan dalam bentuk kombinasi uang tunai dan saham Facebook. Akuisisi ini menuai reaksi luas dari pakar keuangan akibat nilai valuasinya yang luar biasa tinggi untuk sebuah aplikasi beranggotakan puluhan karyawan pada saat itu.

Di bawah manajemen baru, layanan ini mulai berekspansi pesat. Pada Januari 2015, fitur WhatsApp Web diperkenalkan, memungkinkan pesan disinkronkan langsung dari ponsel cerdas ke komputer peramban web. Sepanjang tahun 2016, WhatsApp menambahkan fitur panggilan video secara bertahap dan menerapkan sistem enkripsi ujung-ke-ujung secara menyeluruh berkat kolaborasi dengan Signal Foundation.

Pada Januari 2018, perusahaan merilis WhatsApp Business, varian aplikasi terpisah yang ditujukan khusus bagi pemilik bisnis menengah dan usaha kecil untuk memfasilitasi komunikasi korporat langsung dengan basis konsumen mereka.

Fitur dan fungsionalitas

  • Perpesanan dasar: Pengguna dapat bertukar teks ringkas, emoji, stiker digital, dan mengirim pesan suara (voice note). Berbeda dari layanan seperti iMessage atau Telegram yang menggunakan teknologi komputasi awan sejati secara langsung, arsitektur dasar perpesanan WhatsApp secara historis mengandalkan pengunduhan langsung (peer-to-peer terpusat) ke memori lokal peranti cerdas.
  • Panggilan suara dan video: Fitur ini mendukung panggilan suara dan tatap muka video melalui jaringan data seluler atau koneksi Wi-Fi, yang dapat dilakukan antara dua individu (one-on-one) maupun panggilan konferensi massal dalam sistem Grup.
  • Enkripsi Ujung-ke-Ujung (End-to-End Encryption): Sejak tahun 2016, seluruh pesan teks, dokumen, gambar, serta panggilan yang dilakukan melalui aplikasi ini dikunci oleh sebuah protokol enkripsi kriptografis tingkat militer. Sistem ini menjamin bahwa hanya pengirim dan penerima akhir yang memiliki "kunci digital" untuk membuka pesan tersebut, sementara peretas, penyedia layanan internet, bahkan teknisi WhatsApp sendiri tidak dapat membaca isi pesan yang mengalir melalui server mereka.
  • Status (Stories): Terinspirasi oleh Snapchat dan Instagram Stories, fitur ini memungkinkan pengguna mengunggah foto, video, atau teks singkat yang akan lenyap secara permanen dalam waktu 24 jam.
  • Komunitas (Communities): Diluncurkan pada 2022, fitur ini merupakan pembaruan struktural yang mengizinkan administrator untuk menggabungkan beberapa grup WhatsApp terpisah di bawah satu direktori "payung" pengumuman utama, ditujukan untuk mempermudah komunikasi organisasi sekolah, asosiasi tempat tinggal, maupun instansi kerja.

Arsitektur teknis

Secara historis, perangkat lunak inti WhatsApp di sisi peladen diprogram menggunakan bahasa Erlang, sebuah bahasa pemrograman yang memang diciptakan dan sangat optimal untuk menangani koneksi komunikasi volume tinggi dan konkuren secara bersamaan (awalnya diciptakan oleh Ericsson untuk sakelar telepon genggam). Pada sisi basis data, aplikasi selulernya sangat mengandalkan mesin pangkalan data tertanam SQLite untuk menyimpan arsip percakapan pada memori lokal ponsel pengguna.

Kontroversi

Perubahan kebijakan privasi (2021)

Pada awal 2021, WhatsApp mengeluarkan pengumuman pembaruan kebijakan privasi baru yang secara tegas mengharuskan pengguna setuju untuk membagikan beberapa elemen metadata komunikasi komersial mereka (yang berinteraksi dengan akun WhatsApp Business) kepada perusahaan induknya, Facebook. Komunikasi penolakan atau kelambanan pengguna untuk menyetujui kebijakan tersebut diancam dengan penangguhan fungsionalitas aplikasi. Pembaruan ini menimbulkan kepanikan masal mengenai kerahasiaan percakapan, sehingga memicu gelombang eksodus besar-besaran jutaan pengguna (Digital migration) yang beralih ke aplikasi pesaing utama yang lebih berfokus pada privasi absolut, seperti Signal dan Telegram.

Penyebaran berita palsu (Misinformasi)

Faktor tertutupnya enkripsi dan sifat berantai penyebaran pesan di India dan Brasil menjadikan WhatsApp sebagai saluran subur bagi kampanye misinformasi. Pada rentang waktu 2017 hingga 2018, penyebaran massal sebuah berita hoaks (fake news) yang mengklaim adanya sindikat penculik anak di berbagai pedesaan di India menyebabkan gelombang histeria massal. Akibat pesan berantai tersebut, gerombolan massa yang termakan hoaks melakukan main hakim sendiri, yang tragisnya berujung pada terjadinya insiden pengeroyokan mematikan (lynching) terhadap puluhan pelancong tidak bersalah. Sebagai intervensi, WhatsApp merombak struktur rekayasa perangkat lunaknya dengan membatasi jumlah batasan sebuah pesan dapat diteruskan (Forwarded) hanya maksimal ke lima orang/grup dalam satu waktu, serta memberikan label "Diteruskan berkali-kali".

Insiden peretasan Pegasus

Pada bulan Mei 2019, dilaporkan terjadinya celah kerentanan (vulnerability) panggilan audio di sistem WhatsApp yang memungkinkan para peretas untuk menanamkan spyware Pegasus (dikembangkan oleh perusahaan intelijen swasta asal Israel, NSO Group) ke dalam perangkat seluler target tanpa pengguna tersebut perlu menjawab panggilan telepon. Serangan siber ini diketahui banyak menargetkan perangkat para aktivis hak asasi manusia, jurnalis investigatif, dan politikus di seluruh dunia.

Lihat pula

Referensi


Pranala luar