Lompat ke isi

Facebook

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Revisi sejak 19 September 2026 23.11 oleh Admin (bicara | kontrib)
Facebook
Facebook logo
Tampilan antarmuka beranda utama pengguna di Facebook.
Tampilan antarmuka beranda utama pengguna di Facebook.
Informasi Situs
URL facebook.com
Slogan It's quick and easy (historis)
Tipe situs Layanan jejaring sosial
Komersial Ya
Pendaftaran Diperlukan
Bahasa tersedia Tersedia dalam 112 bahasa
Sejarah dan Operasional
Pemilik Meta Platforms, Inc.
Pendiri Mark Zuckerberg, Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes
Tokoh kunci Mark Zuckerberg (CEO)
Diluncurkan 4 Februari 2004
Ditulis dengan Hack, PHP, C++, Java, Python, Haskell
Status sekarang Aktif

Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial dan platform media sosial daring yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat. Situs web ini diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg bersama teman-teman sekamarnya sesama mahasiswa Universitas Harvard, yaitu Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes. Platform ini beroperasi sebagai anak perusahaan utama dan produk andalan dari perusahaan konglomerat teknologi Meta Platforms (sebelumnya bernama Facebook, Inc.).

Pada awal peluncurannya, keanggotaan situs web ini secara ketat dibatasi hanya untuk mahasiswa Universitas Harvard. Seiring dengan popularitasnya yang meningkat pesat, layanannya kemudian diperluas ke perguruan tinggi lain di wilayah Ivy League, berbagai universitas di Amerika Serikat dan Kanada, hingga akhirnya pada September 2006, pendaftaran dibuka secara publik untuk siapa saja yang mengklaim berusia minimal 13 tahun dan memiliki alamat email yang sah.

Facebook dapat diakses dari perangkat yang memiliki konektivitas internet, seperti komputer desktop, tablet, dan ponsel cerdas. Setelah mendaftar, pengguna dapat membuat profil khusus yang mengungkapkan informasi tentang diri mereka sendiri. Mereka dapat mengunggah teks, foto, dan berbagai media multimeda yang dapat dibagikan dengan pengguna lain yang telah setuju untuk menjadi "Teman" (Friends), atau secara publik, dengan pengaturan privasi yang berbeda-beda. Pengguna juga dapat berkomunikasi secara langsung satu sama lain melalui Facebook Messenger, bergabung dengan grup minat bersama, menerima pemberitahuan tentang aktivitas Teman dan Halaman yang mereka ikuti, serta mengikuti perkembangan berbagai figur publik, bisnis, dan institusi pemerintahan.

Sebagai salah satu pionir dalam era Web 2.0, Facebook telah mengubah lanskap komunikasi digital secara fundamental dan tercatat sebagai salah satu situs web yang paling banyak diakses di dunia. Pada awal dekade 2020-an, Facebook mengklaim memiliki hampir 3 miliar pengguna aktif bulanan, menjadikannya sebagai platform jaringan sosial terbesar di planet bumi. Sama seperti sebagian besar raksasa teknologi modern, Facebook mengandalkan model bisnis yang bertumpu pada pengumpulan data pribadi penggunanya untuk menyediakan ruang periklanan daring yang sangat tertarget.

Sejarah

2003–2005: Facemash dan peluncuran TheFacebook

Kisah Facebook dimulai pada tahun 2003 dengan sebuah program bernama Facemash, yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg saat ia masih menjadi mahasiswa tahun kedua di Universitas Harvard. Situs ini merupakan permainan jenis "panas atau tidak" (hot or not) yang membandingkan foto-foto mahasiswi dari berbagai asrama Harvard dan meminta penggunanya untuk memilih siapa yang lebih menarik. Karena menyedot terlalu banyak kapasitas server kampus dan menimbulkan kontroversi privasi terkait perolehan foto tersebut, Facemash segera ditutup oleh administrasi Harvard.

Meskipun ditutup, keberhasilan Facemash memberikan gagasan baru kepada Zuckerberg. Pada tanggal 4 Februari 2004, ia meluncurkan "TheFacebook", yang pada awalnya berada pada domain `thefacebook.com`. Proyek ini didanai bersama dengan Eduardo Saverin. Hanya dalam waktu satu bulan sejak diluncurkan, lebih dari separuh mahasiswa tingkat sarjana di Harvard telah mendaftarkan diri. Situs ini memfasilitasi mahasiswa untuk menemukan orang-orang di kelas mereka, melihat profil satu sama lain, dan membangun relasi di lingkungan kampus. Pada pertengahan tahun 2004, perusahaan muda ini menerima investasi malaikat (angel investment) pertamanya sebesar US$500.000 dari Peter Thiel, salah satu pendiri PayPal.

2006–2012: Pembukaan untuk publik dan ekspansi global

Pada tahun 2005, perusahaan menjatuhkan awalan "The" pada namanya setelah membeli nama domain `facebook.com` seharga US$200.000. Tanggal 26 September 2006 menandai titik balik penting bagi perusahaan ketika Facebook mulai mengizinkan siapa saja yang berusia di atas 13 tahun dengan email valid untuk bergabung.

Dalam periode ini, Facebook meluncurkan "Kabar Berita" (News Feed), sebuah inovasi algoritmik yang menampilkan daftar aliran aktivitas dan pembaruan dari teman-teman pengguna langsung di halaman beranda. Meskipun awalnya dikritik keras karena masalah privasi, Kabar Berita segera menjadi fitur krusial yang diadopsi oleh hampir semua media sosial modern. Pada pertengahan 2008, Facebook mencapai angka 100 juta pengguna, dan dengan cepat menggeser MySpace sebagai jejaring sosial terpopuler di dunia.

Pada tanggal 18 Mei 2012, Facebook mengadakan penawaran umum perdana (IPO) di NASDAQ. Dengan nilai valuasi awal perusahaan sebesar US$104 miliar, IPO tersebut menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan teknologi pada saat itu.

2013–sekarang: Era Akuisisi dan transisi ke Meta

Dengan modal raksasa dari pasar saham, Facebook mulai mengakuisisi berbagai platform pesaing dan layanan komplementer untuk memperkuat dominasinya. Akuisisi paling menonjol termasuk pembelian aplikasi berbagi foto Instagram senilai US$1 miliar pada tahun 2012, perusahaan realitas virtual Oculus VR senilai US$2 miliar pada tahun 2014, dan aplikasi pesan instan WhatsApp senilai US$19 miliar pada tahun yang sama.

Pada 28 Oktober 2021, Mark Zuckerberg mengumumkan restrukturisasi perusahaan yang radikal. Facebook, Inc. berganti nama secara resmi menjadi Meta Platforms, Inc. (atau sekadar Meta). Perubahan nama ini dilakukan untuk merefleksikan fokus baru perusahaan yang bergerak melampaui media sosial tradisional, menuju pembangunan ekosistem komputasi spasial yang mereka sebut sebagai Metaverse. Meskipun entitas perusahaannya berganti nama, aplikasi media sosial utamanya tetap mempertahankan nama dan merek "Facebook".

Fitur utama

  • Kabar Berita (News Feed): Fitur inti beranda yang menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk menyeleksi dan menampilkan unggahan, foto, dan video dari teman, grup, maupun halaman yang diikuti pengguna, yang dirasa paling relevan untuk ditonton oleh pengguna tersebut.
  • Profil dan Linimasa (Timeline): Halaman pribadi di mana pengguna dapat mengunggah foto profil, foto sampul, mencantumkan riwayat pendidikan, tempat kerja, status hubungan, serta melihat rekam jejak historis dari semua kiriman yang pernah mereka buat.
  • Grup (Facebook Groups): Ruang diskusi komunal bagi para pengguna yang memiliki kesamaan minat. Grup dapat diatur dengan tingkat privasi mulai dari "Publik" (bisa dilihat siapa saja), "Tertutup" (hanya untuk anggota), hingga "Rahasia" (tidak muncul di hasil pencarian).
  • Halaman (Facebook Pages): Ekivalen profil khusus yang dibuat untuk entitas profesional seperti bisnis komersial, jenama, selebritas, artis, atau organisasi nirlaba untuk berinteraksi dengan penggemar mereka.
  • Marketplace: Diluncurkan pada tahun 2016, fitur ini mengubah sebagian lanskap Facebook menjadi sebuah platform perniagaan elektronik (e-commerce) antar-pengguna, memungkinkan masyarakat untuk membeli dan menjual barang secara lokal di komunitas mereka.
  • Facebook Watch: Layanan penyedia video terintegrasi (video-on-demand) yang diciptakan untuk berkompetisi dengan YouTube.

Dampak terhadap masyarakat

Ekspansi ekstrim Facebook membawa konsekuensi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam interaksi manusia global. Platform ini telah dikreditkan karena memudahkan orang-orang di seluruh dunia untuk terhubung kembali dengan teman lama, memfasilitasi komunikasi keluarga yang terpisah secara geografis, dan mendemokratisasi penciptaan komunitas berbasis minat independen.

Secara sosiopolitik, Facebook dianggap berperan penting sebagai alat koordinasi publik selama gelombang protes Musim Semi Arab (Arab Spring) pada dekade 2010-an, di mana warga menggunakan grup dan halaman platform ini untuk mengorganisasi unjuk rasa massal dan menggulingkan rezim otoriter.

Kontroversi dan kritik

Sebagian besar model bisnis Facebook bertumpu pada ekonomika data (Data economy), sehingga menjadikan platform ini sasaran berbagai kontroversi masif terkait hukum, etika, dan politik:

Privasi dan Skandal Cambridge Analytica

Masalah perlindungan privasi adalah isu terpanjang yang mengganggu sejarah perusahaan ini. Puncaknya terjadi pada awal 2018 dengan meledaknya skandal Cambridge Analytica. Terungkap bahwa data pribadi dari sekitar 87 juta pengguna Facebook telah disedot tanpa persetujuan eksplisit mereka oleh firma konsultan politik tersebut, yang kemudian digunakan untuk memanipulasi kampanye pemilihan presisi, termasuk Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2016 dan kampanye Brexit di Britania Raya. Akibat insiden ini, Facebook dijatuhi denda rekor sebesar US$5 miliar oleh FTC.

Misinformasi dan berita palsu

Algoritma Facebook sering dikritik karena secara tidak sengaja memprioritaskan dan memviralkan konten yang memicu kemarahan, polarisasi, dan sensasionalisme semata untuk meningkatkan metrik "keterlibatan" (engagement). Hal ini menjadikan platform ini alat penyebaran utama bagi berita palsu (hoax), kampanye disinformasi politik terkoordinasi (terutama oleh operasi siber asing), serta teori konspirasi seperti penolakan vaksin selama pandemi COVID-19.

Kesehatan mental dan adiksi

Banyak lembaga psikologis dan studi akademis yang mendokumentasikan korelasi kuat antara penggunaan Facebook dalam durasi tinggi dengan peningkatan laju depresi, kecemasan (seperti FOMO), dan masalah citra tubuh, terutama di kalangan kelompok umur remaja. Mantan eksekutif Facebook, termasuk Sean Parker dan Chamath Palihapitiya, secara terbuka menyatakan bahwa platform tersebut memang dirancang secara sadar untuk memanfaatkan kerentanan dalam psikologi manusia guna mengeksploitasi siklus umpan balik dopamin pada otak pengguna.

Lihat pula

Referensi


Pranala luar