Lompat ke isi

H

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
H
Huruf kapital 'H' dan huruf kecil 'h' dalam rupa huruf serif.
Huruf kapital 'H' dan huruf kecil 'h' dalam rupa huruf serif.
Urutan Huruf
Huruf sebelumnya G
Huruf selanjutnya I
Karakteristik Huruf
Sistem Penulisan Alfabet Latin
Jenis Karakter Huruf konsonan
Sejarah asal Hieroglif Mesir (pagar / halaman)
Abjad Proto-Sinaitik
  ↳ Abjad Fenisia (Het)
    ↳ Alfabet Yunani (Eta)
      ↳ Alfabet Etruska kuno
Pengucapan (IPA) /h/, diam (senyap)
Urutan Abjad Ke-8
Huruf Terkait Het (Fenisia)
Eta (Yunani)
Ha (Kiril)
ه (Arab)
Kode Karakter (Unicode)
Huruf Kapital U+0048
Huruf Kecil U+0068

H atau h adalah huruf kedelapan dan huruf konsonan keenam dalam alfabet Latin dasar ISO. Dalam bahasa Indonesia, huruf ini melambangkan konsonan desis celah-suara nirsuara yang diucapkan sebagai /h/ (seperti pada kata "hari", "hati", dan "tahu").

Huruf H memiliki posisi yang sangat unik dalam ortografi berbagai bahasa di dunia. Di banyak bahasa Eropa (seperti bahasa Prancis dan Spanyol), huruf ini sering kali tidak dibunyikan sama sekali (senyap). Di sisi lain, huruf ini memiliki fungsi tipografis yang sangat penting sebagai huruf pengubah (modifier) atau pembentuk digraf (dwihuruf) untuk menghasilkan bunyi konsonan baru ketika digabungkan dengan huruf lain, seperti "ch", "sh", "th", dan "kh".

Jejak nenek moyang huruf H dapat ditelusuri dari piktogram hieroglif Mesir kuno yang menggambarkan sebuah pagar, halaman tertutup, atau seutas benang yang dipelintir. Sekitar abad ke-19 SM, bangsa Semit purba mengadaptasi lambang ini ke dalam abjad Proto-Sinaitik.

Ketika bangsa Fenisia mengembangkan sistem penulisan mereka, huruf ini disederhanakan menjadi lambang yang menyerupai tangga dengan tiga anak tangga (atau dua garis vertikal yang dihubungkan oleh beberapa garis horizontal). Mereka menamainya het (yang secara harfiah diperkirakan berarti "pagar"). Pada abjad Fenisia, huruf ini digunakan untuk melambangkan konsonan desis hulu-kerongkongan nirsuara (/ħ/), yaitu bunyi serak yang lazim ditemukan dalam rumpun bahasa Semit.

Ketika peradaban Yunani kuno mengadopsi abjad Fenisia, terjadi perpecahan fungsi pada huruf ini akibat perbedaan dialek. Dialek Yunani Barat (yang digunakan di Yunani bagian barat dan wilayah koloni mereka di Semenanjung Italia) mempertahankan huruf ini untuk melambangkan bunyi konsonan /h/, dan menamainya heta. Sebaliknya, dialek Yunani Timur (termasuk dialek Ionia) perlahan-lahan kehilangan bunyi /h/ dalam bahasa mereka. Akibatnya, bangsa Yunani Timur menggunakan lambang ini murni sebagai huruf vokal untuk melambangkan bunyi "e" panjang (/ɛː/), dan mengubah namanya menjadi eta (Η).

Peradaban Etruska yang bermukim di Italia meminjam alfabet dari bangsa Yunani Barat, sehingga mereka mewarisi huruf H beserta nilai konsonannya (/h/). Bangsa Romawi kuno kemudian mengadopsi huruf H dari alfabet Etruska tanpa perubahan fonetis, dan memasukkannya ke dalam abjad bahasa Latin klasik. Wujud huruf H tersebut terus bertahan dan digunakan dalam abjad Latin modern di seluruh dunia hingga saat ini.

Tipografi

[sunting | sunting sumber]

Bentuk huruf H majuskula (kapital) sangat stabil dan nyaris tidak berubah sejak zaman Kekaisaran Romawi. Desain aslinya terdiri dari dua tangkai vertikal paralel (stems) yang dihubungkan di bagian tengah oleh satu palang horizontal (crossbar). Bentuknya yang sangat simetris membuatnya sering digunakan oleh perancang rupa huruf sebagai referensi dasar untuk mengukur proporsi dan ketebalan garis vertikal saat merancang sebuah *font*.

Huruf h minuskula (kecil) berevolusi melalui proses penulisan cepat pada masa tulisan tangan gaya kursif Romawi dan naskah unksial (uncial). Para juru tulis yang menulis dengan cepat di atas perkamen memperpendek tangkai vertikal sebelah kanan, melengkungkannya ke arah bawah hingga menyerupai bentuk bukit atau pelana (arch). Sementara itu, tangkai vertikal sebelah kiri dibiarkan memanjang ke atas (ascender). Pada Abad Pertengahan, bentuk ini disempurnakan dan dibakukan secara estetis melalui aksara Karoling (Carolingian minuscule), yang secara langsung menjadi nenek moyang desain huruf "h" cetak modern.

Penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa

[sunting | sunting sumber]
  • Bahasa Indonesia: Huruf H umumnya dilafalkan jelas sebagai konsonan celah-suara (/h/), baik di awal kata ("habis"), di tengah ("mahal"), maupun di akhir kata ("murah"). Huruf H juga esensial dalam membentuk digraf serapan dari bahasa asing, khususnya bahasa Arab, seperti kh (melambangkan bunyi /x/, contoh: "khusus", "khas") dan sh (dulu lazim dipakai untuk /ʃ/, meski ejaan baku modern bahasa Indonesia mengalihkannya menjadi sy, contoh: "syarat").
  • Bahasa Inggris: Huruf H dapat disuarakan sebagai /h/ (seperti pada hat, house), namun sering kali menjadi huruf senyap (silent letter) pada beberapa kata pinjaman dari bahasa Prancis (seperti pada hour, honor, honest). Huruf H sangat produktif sebagai pembentuk dwihuruf dalam bahasa Inggris, meliputi ch (/tʃ/), sh (/ʃ/), th (dapat berupa /θ/ seperti pada thing atau /ð/ seperti pada that), ph (/f/), gh (/f/ atau senyap), dan wh (/hw/ atau /w/).
  • Bahasa Prancis: Huruf H tidak pernah dibunyikan (selalu senyap). Namun, tata bahasa Prancis membedakan antara h muet (h bisu, yang mengizinkan penyambungan vokal/liaison dari kata sebelumnya, contoh: l'homme) dan h aspiré (h aspirasi, yang tidak diucapkan namun mencegah liaison, contoh: le héros).
  • Bahasa Spanyol: Huruf H tunggal sama sekali tidak dibunyikan secara fonologis (contoh: hola dibaca "ola"). Satu-satunya fungsi fonologis aktifnya adalah ketika digabungkan dengan huruf C membentuk digraf ch (/tʃ/).

Dalam berbagai bidang teknis

[sunting | sunting sumber]
  • Fisika:
    • Huruf kecil $h$ adalah simbol untuk Konstanta Planck, yaitu sebuah konstanta fundamental dalam mekanika kuantum.
    • H melambangkan Henry, yaitu satuan SI (Sistem Internasional) untuk induktansi listrik.
  • Kimia: H adalah lambang kimia untuk unsur Hidrogen, unsur paling ringan dan paling melimpah di alam semesta.
  • Termodinamika: H adalah simbol standar untuk besaran Entalpi.
  • Geografi dan Meteorologi: Pada peta cuaca, huruf H melambangkan pusat tekanan tinggi (High pressure).
  • Musik: Dalam sistem notasi musik Jerman tradisional, huruf H digunakan untuk melambangkan nada B natural (Si), sedangkan huruf B digunakan secara spesifik untuk melambangkan nada B mol (B-flat).

Kode komputasi

[sunting | sunting sumber]
Karakter H h
Nama Unicode LATIN CAPITAL LETTER H LATIN SMALL LETTER H
Pengodean desimal heksadesimal desimal heksadesimal
Unicode 72 U+0048 104 U+0068
UTF-8 72 48 104 68
Karakter referensi numerik H H h h
Keluarga EBCDIC 200 C8 136 88
ASCII 72 48 104 68

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]