Lompat ke isi

B

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
B
Huruf kapital 'B' dan huruf kecil 'b' dalam rupa huruf serif.
Huruf kapital 'B' dan huruf kecil 'b' dalam rupa huruf serif.
Urutan Huruf
Huruf sebelumnya A
Huruf selanjutnya C
Karakteristik Huruf
Sistem Penulisan Alfabet Latin
Jenis Karakter Huruf konsonan
Sejarah asal Hieroglif Mesir (denah rumah)
Abjad Proto-Sinaitik
  ↳ Abjad Fenisia (Bet)
    ↳ Alfabet Yunani (Beta)
      ↳ Alfabet Etruska kuno
Pengucapan (IPA) /b/, /v/, /p/
Urutan Abjad Ke-2
Huruf Terkait Bet (Fenisia)
Beta (Yunani)
V (Kiril)
B (Kiril)
ב (Ibrani)
ب (Arab)
Kode Karakter (Unicode)
Huruf Kapital U+0042
Huruf Kecil U+0062

B atau b adalah huruf kedua dan huruf konsonan pertama dalam alfabet Latin dasar ISO. Dalam bahasa Indonesia dan banyak bahasa lain yang menggunakan alfabet Latin, huruf ini melambangkan konsonan letup dwibibir bersuara (dibaca /b/). Huruf ini merupakan salah satu konsonan yang paling umum ditemukan dalam berbagai sistem penulisan di dunia.

Selain perannya dalam ortografi bahasa, huruf "B" juga dimanfaatkan secara luas sebagai simbol atau penanda dalam disiplin ilmu lain seperti kimia, ilmu komputer, matematika, dan musik.

Perkembangan huruf B dapat dilacak kembali ke masa Mesir Kuno. Leluhur paling awal dari huruf ini diyakini merupakan sebuah hieroglif Mesir yang menggambarkan bentuk denah dasar sebuah rumah (pr). Sekitar tahun 1050 SM, bangsa Kanaan purba yang bermukim di Semenanjung Sinai mengadaptasi hieroglif tersebut menjadi huruf dalam abjad Proto-Sinaitik mereka.

Bangsa Fenisia kemudian menyempurnakan bentuk huruf ini dan menamainya beth (berakar dari kata bayt), yang secara harfiah berarti "rumah" atau "tenda". Pada abjad Fenisia, bentuk huruf ini mulai menyerupai cangkang keong atau angka sembilan yang bersudut, dan digunakan untuk melambangkan bunyi konsonan /b/.

Ketika bangsa Yunani kuno mengadopsi abjad Fenisia, mereka mengambil huruf beth dan mengganti namanya menjadi beta. Bangsa Yunani juga mengubah arah penulisannya dan menambahkan lengkungan kedua pada simbol tersebut, sehingga menciptakan bentuk dua lengkungan (double-loop) yang sangat mirip dengan huruf "B" kapital modern. Pada masa ini, pengucapannya masih dipertahankan sebagai bunyi konsonan letup dwibibir bersuara (/b/).

Bentuk ini kemudian dipinjam oleh peradaban Etruska di Semenanjung Italia, yang selanjutnya diwariskan kepada peradaban Romawi kuno. Bangsa Romawi mempertahankan bentuk dan nilai fonetisnya untuk digunakan dalam penulisan bahasa Latin, yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah Eropa seiring dengan ekspansi Kekaisaran Romawi, dan menjadi cikal bakal huruf B dalam alfabet Latin modern.

Tipografi

[sunting | sunting sumber]

Bentuk kapital "B" (majuskula) modern pada dasarnya tidak mengalami banyak perubahan sejak era Kekaisaran Romawi, di mana bentuk ini diukir pada monumen-monumen batu (capitalis monumentalis).

Sebaliknya, bentuk huruf kecil "b" (minuskula) memiliki sejarah evolusi tipografi yang berbeda. Pada periode Kuno Akhir dan awal Abad Pertengahan, para juru tulis Romawi mulai menggunakan tulisan tangan gaya kursif (Roman cursive) yang lebih mengalir dan cepat untuk menulis di atas kertas perkamen. Dalam proses menulis cepat ini, lengkungan atas pada huruf "B" kapital sering kali dihilangkan untuk menghemat waktu dan gerakan pena. Hal ini menghasilkan bentuk yang hanya menyisakan satu tangkai vertikal memanjang (ascender) dan satu lengkungan di bagian bawah kanan (bowl).

Gaya penulisan ini kemudian dibakukan dalam naskah-naskah Karoling (Carolingian minuscule) pada abad ke-8, yang kemudian diadopsi oleh para perancang rupa huruf pertama pada era Renaisans dan berlanjut hingga rupa huruf cetak modern saat ini.

Penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa

[sunting | sunting sumber]
  • Bahasa Indonesia: Huruf B secara konsisten diucapkan sebagai konsonan letup dwibibir bersuara (/b/), seperti pada kata "buku", "batu", dan "lebat".
  • Bahasa Inggris: Huruf B umumnya dibunyikan sebagai /b/, tetapi sering kali menjadi huruf senyap (silent letter) ketika berada di akhir kata dan didahului oleh huruf M, seperti pada kata bomb, climb, tomb, dan dumb, atau ketika mendahului huruf T seperti pada kata debt dan doubt.
  • Bahasa Spanyol: Huruf B dan V sering kali memiliki pengucapan yang identik (fenomena yang disebut betacism), di mana keduanya dibunyikan sebagai konsonan desis dwibibir bersuara (/β/) apabila berada di antara dua huruf vokal.

Dalam berbagai bidang teknis

[sunting | sunting sumber]
  • Sains dan Matematika:
    • Dalam ilmu Kimia, B adalah lambang kimia untuk unsur Boron.
    • Dalam Fisika, B (biasanya dicetak tebal) digunakan untuk melambangkan medan magnet dalam persamaan elektromagnetisme.
    • Digunakan sebagai penanda B untuk mewakili unit ukuran Bel (yang lebih sering digunakan dalam bentuk desibel atau dB) dalam pengukuran intensitas suara.
  • Komputasi:
    • Huruf "b" kecil merupakan singkatan standar untuk bit (satuan data terkecil), sedangkan "B" kapital adalah singkatan untuk bita (byte). Contohnya: Mbps (Megabit per detik) vs MBps (Megabita per detik).
  • Kesehatan: B adalah salah satu golongan utama dalam klasifikasi golongan darah manusia menurut sistem ABO.
  • Sistem penilaian: B melambangkan predikat "baik" (Good) dalam sistem penilaian akademis standar internasional, yang posisinya berada di bawah nilai A.
  • Musik: B adalah nama nada ketujuh dalam sistem tangga nada diatonik C mayor yang umum (setara dengan suku kata Si atau Ti dalam solmisasi).

Kode komputasi

[sunting | sunting sumber]
Karakter B b
Nama Unicode LATIN CAPITAL LETTER B LATIN SMALL LETTER B
Pengodean desimal heksadesimal desimal heksadesimal
Unicode 66 U+0042 98 U+0062
UTF-8 66 42 98 62
Karakter referensi numerik B B b b
Keluarga EBCDIC 194 C2 130 82
ASCII 66 42 98 62

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]


Pranala luar

[sunting | sunting sumber]