Lompat ke isi

D

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
D
Huruf kapital 'D' dan huruf kecil 'd' dalam rupa huruf serif.
Huruf kapital 'D' dan huruf kecil 'd' dalam rupa huruf serif.
Urutan Huruf
Huruf sebelumnya C
Huruf selanjutnya E
Karakteristik Huruf
Sistem Penulisan Alfabet Latin
Jenis Karakter Huruf konsonan
Sejarah asal Hieroglif Mesir (pintu / ikan)
Abjad Proto-Sinaitik
  ↳ Abjad Fenisia (Dalet)
    ↳ Alfabet Yunani (Delta)
      ↳ Alfabet Etruska kuno
Pengucapan (IPA) /d/
Urutan Abjad Ke-4
Huruf Terkait Dalet (Fenisia)
Delta (Yunani)
D (Kiril)
د (Arab)
Kode Karakter (Unicode)
Huruf Kapital U+0044
Huruf Kecil U+0064

D atau d adalah huruf keempat dan huruf konsonan ketiga dalam alfabet Latin dasar ISO. Dalam bahasa Indonesia, huruf ini melambangkan konsonan letup rongga-gigi bersuara yang diucapkan sebagai /d/ (mirip dengan pengucapan awalan pada kata "dua" atau "dinding"). Huruf ini merupakan salah satu konsonan dasar yang hampir selalu ada dalam berbagai ortografi bahasa di dunia yang menggunakan turunan alfabet Latin.

Selain sebagai elemen dasar dalam sistem penulisan, huruf "D" juga digunakan secara luas dalam berbagai bidang lain sebagai simbol atau singkatan, seperti dalam matematika, ilmu fisika, ilmu kimia, hingga sistem penomoran kuno seperti angka Romawi.

Akar sejarah huruf D berawal dari peradaban Timur Dekat kuno. Simbol tertua yang diyakini sebagai leluhur huruf D adalah hieroglif Mesir kuno yang menggambarkan wujud sebuah pintu, atau pada variasi lain menggambarkan bentuk seekor ikan.

Ketika bangsa Kanaan atau kaum pekerja Semit di Mesir mengembangkan abjad Proto-Sinaitik (sekitar tahun 1800 SM), mereka mengadaptasi piktogram pintu ini menjadi karakter linier. Bangsa Fenisia kemudian mengadopsi dan menyempurnakan bentuk ini, lalu menamainya dalet (yang dalam bahasa Semit berarti "pintu" atau "pintu kemah"). Pada masa abjad Fenisia, dalet digambarkan sebagai sebuah segitiga tanpa lengkungan.

Ketika bangsa Yunani kuno menyerap abjad Fenisia, mereka mengambil huruf dalet dan menamainya delta (Δ). Bangsa Yunani mempertahankan bentuk geometris segitiga dari huruf ini dan menggunakannya untuk melambangkan bunyi konsonan letup rongga-gigi bersuara /d/.

Perubahan bentuk secara signifikan terjadi ketika alfabet ini diteruskan kepada peradaban Etruska dan selanjutnya kepada bangsa Romawi kuno di Semenanjung Italia. Bangsa Romawi memodifikasi bentuk segitiga delta yang kaku dengan mempertahankan garis vertikal di sebelah kiri, namun meratakan dan melengkungkan kedua sisi miringnya di sebelah kanan menjadi satu setengah lingkaran yang mulus. Modifikasi ini melahirkan wujud huruf kapital "D" klasik yang dikenal pada abjad Romawi atau alfabet Latin hingga saat ini.

Tipografi

[sunting | sunting sumber]

Bentuk kapital "D" (majuskula) terdiri dari satu garis vertikal lurus yang dihubungkan dengan satu lengkungan besar (bowl) yang mengarah ke kanan. Bentuk ini ditetapkan sejak era Kekaisaran Romawi melalui pahatan huruf monumen (capitalis monumentalis).

Huruf kecil "d" (minuskula) berevolusi melalui proses penulisan tangan cepat (cursive) dari zaman kuno hingga Abad Pertengahan. Ketika para juru tulis menulis huruf D kapital secara cepat menggunakan pena bulu, mereka cenderung memulai lengkungan dari garis vertikal bawah, memutar ke kiri atas, lalu menarik garis lurus vertikal panjang ke bawah. Goresan melingkar ini secara bertahap terpisah posisinya menjadi sebuah lingkaran di sebelah kiri yang bersandar pada tiang vertikal (ascender) di sebelah kanan. Hal ini menghasilkan bentuk "d" kecil, yang merupakan bayangan cermin dari huruf "b" kecil.

Dalam rupa huruf tipe serif (seperti Times New Roman), tiang vertikal pada huruf "d" sering kali memiliki kaitan (serif) di bagian ujung atas yang miring ke kiri, serta ujung bawah yang menapak rata. Pada rupa huruf miring (italic), lengkungan huruf "d" sering kali mengambil bentuk tetesan atau lebih oval, menyesuaikan dengan gerak natural kaligrafi.

Penggunaan

[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa

[sunting | sunting sumber]
  • Bahasa Indonesia: Huruf D dilafalkan sebagai konsonan letup rongga-gigi bersuara (/d/). Posisi lidah menempel pada gusi belakang gigi seri atas saat udara dilepaskan.
  • Bahasa Inggris: Huruf D umumnya dibunyikan sebagai /d/. Namun, sebagai akhiran pembentuk bentuk lampau (past tense) pada kata kerja beraturan (akhiran -ed), huruf d sering kali dilebur dan diucapkan sebagai /t/ apabila berada setelah konsonan nirsuara (misalnya pada kata baked atau stopped).
  • Bahasa Vietnam: Dalam alfabet bahasa Vietnam, huruf D yang berdiri sendiri diucapkan seperti /z/ atau /j/ bergantung pada dialek. Untuk melambangkan bunyi /d/ seperti dalam bahasa Indonesia, bahasa Vietnam menggunakan huruf D yang dicoret dengan garis horizontal, yaitu Đ (d dengan garis).

Dalam berbagai bidang teknis

[sunting | sunting sumber]
  • Matematika dan Fisika:
    • Dalam kalkulus, d kecil digunakan sebagai simbol operator diferensial untuk menunjukkan turunan suatu fungsi (misalnya $dy/dx$).
    • d sering digunakan sebagai variabel standar untuk melambangkan jarak (distance) atau diameter dalam persamaan geometri murni.
    • D melambangkan kepadatan (density) atau perpindahan listrik.
  • Angka Romawi: Huruf D kapital digunakan untuk melambangkan angka 500 (dipercaya merupakan separuh dari lambang kuno untuk 1000, ↀ, yang kemudian berevolusi menjadi M).
  • Ilmu Kimia: D digunakan sebagai simbol tidak resmi untuk Deuterium, yaitu isotop hidrogen yang memiliki satu proton dan satu neutron (sering disebut hidrogen berat).
  • Sistem penilaian: D melambangkan nilai akademis yang "buruk" atau "kurang" (Deficient), biasanya merupakan nilai batas kelulusan paling bawah (passing grade) atau tidak lulus bergantung pada institusi.
  • Musik: D adalah nama nada kedua (Re) dalam sistem tangga nada diatonik C mayor konvensional.
  • Mata Uang: Huruf 'd' dulunya digunakan sebagai singkatan untuk mata uang koin penny di Inggris sebelum desimalisasi (berasal dari kata Romawi denarius).

Kode komputasi

[sunting | sunting sumber]
Karakter D d
Nama Unicode LATIN CAPITAL LETTER D LATIN SMALL LETTER D
Pengodean desimal heksadesimal desimal heksadesimal
Unicode 68 U+0044 100 U+0064
UTF-8 68 44 100 64
Karakter referensi numerik D D d d
Keluarga EBCDIC 196 C4 132 84
ASCII 68 44 100 64

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]