Hari
|
Bumi mengalami siklus siang dan malam karena rotasinya, yang membentuk konsep dasar dari satu hari.
|
|
| Informasi umum | |
|---|---|
| Sistem unit | Satuan non-SI (diterima untuk digunakan bersama SI) |
| Besaran | Waktu |
| Simbol | d |
| Konversi kesetaraan | |
| Dalam Unit SI dasar | 86.400 detik |
| Dalam jam | 24 jam |
| Dalam menit | 1.440 menit |
| Dalam detik | 86.400 detik |
Hari adalah sebuah satuan waktu yang secara astronomis didefinisikan sebagai lamanya Bumi menyelesaikan satu kali rotasi pada porosnya. Dalam penggunaan sipil dan keseharian, satu hari secara umum dibagi menjadi 24 jam, 1.440 menit, atau 86.400 detik. Meskipun hari bukan merupakan bagian baku dari Sistem Satuan Internasional, satuan ini secara resmi diterima pengunaannya bersamaan dengan SI.
Dalam percakapan sehari-hari, kata "hari" juga dapat merujuk pada periode siang, yakni rentang waktu ketika Matahari berada di atas ufuk dan menerangi bentang alam, yang merupakan kebalikan dari malam. Selain itu, hari juga digunakan untuk menyebut bagian dari siklus kalender tujuh harian atau pekan (seperti Senin, Selasa, hingga Minggu).
Definisi astronomis
[sunting | sunting sumber]Secara ilmiah, lamanya sebuah hari dipengaruhi oleh kerangka acuan yang digunakan untuk mengukur rotasi Bumi. Oleh karena itu, dalam ranah astronomi dan fisika, terdapat beberapa definisi hari yang berbeda.
Hari matahari
[sunting | sunting sumber]Hari matahari (solar day) adalah waktu yang dibutuhkan oleh Matahari untuk kembali ke titik tertinggi di langit (kulminasi) pada bujur yang sama. Karena Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam sebuah orbit elips dan memiliki kemiringan sumbu, panjang hari matahari yang sebenarnya (apparent solar day) selalu bervariasi sepanjang tahun. Variasi ini mencapai puncaknya pada masa solstis dan ekuinoks. Perbedaan antara waktu matahari semu dan waktu yang ditunjukkan oleh jam mekanis disebut sebagai perata waktu (equation of time).
Untuk mengatasi fluktuasi ini, kalender modern dan sistem pencatatan waktu sipil menggunakan ukuran hari matahari rata-rata (mean solar day). Hari matahari rata-rata mengasumsikan pergerakan Bumi yang konstan dalam orbit melingkar yang sempurna. Durasi hari matahari rata-rata inilah yang secara akurat bernilai 24 jam atau 86.400 detik.
Hari sideris dan hari stelar
[sunting | sunting sumber]Selain mengukur rotasi berdasarkan letak Matahari, para astronom mengukur waktu rotasi Bumi berdasarkan latar belakang bintang-bintang yang sangat jauh.
- Hari stelar (stellar day) adalah waktu yang diperlukan Bumi untuk berputar 360 derajat penuh terhadap latar belakang bintang tetap. Durasi hari stelar adalah sekitar 23 jam, 56 menit, dan 4,0989 detik.
- Hari sideris (sidereal day) didasarkan pada rotasi Bumi relatif terhadap titik Aries (titik ekuinoks vernal). Karena adanya presesi sumbu Bumi, hari sideris lebih pendek sekitar 8 milidetik dibandingkan dengan hari stelar.
Oleh karena Bumi bergerak mengorbit Matahari di saat yang bersamaan dengan rotasinya, Bumi harus berputar sedikit lebih dari 360 derajat (sekitar 361 derajat) agar Matahari kembali ke posisi yang sama di langit. Inilah sebabnya mengapa hari matahari (24 jam) lebih panjang sekitar 4 menit dibandingkan hari sideris/stelar.
Penggunaan sipil
[sunting | sunting sumber]Untuk tujuan kelembagaan, pemerintahan, dan kehidupan komersial, mayoritas negara di dunia menyepakati standar hari sipil yang dihitung berdasarkan Waktu Universal Terkoordinasi (UTC).
Sebuah hari sipil konvensional memiliki panjang tepat 24 jam (86.400 detik SI). Namun, karena kecepatan rotasi Bumi secara perlahan melambat akibat proses gesekan pasang surut (tidal friction) oleh gravitasi Bulan, hari matahari perlahan-lahan memanjang. Untuk menjaga agar jam sipil (UTC) tetap sinkron dengan posisi Matahari, sistem detik kabisat (leap second) sesekali ditambahkan atau dikurangi. Pada hari di mana detik kabisat ditambahkan, satu hari sipil akan berisi 86.401 detik.
Batas pergantian hari
[sunting | sunting sumber]Titik awal pergantian sebuah hari bervariasi tergantung pada kebudayaan, agama, dan sistem kalender:
- Tengah malam: Sistem sipil internasional yang diadopsi saat ini (sesuai standar ISO 8601) menetapkan bahwa hari dimulai dan berakhir pada tengah malam (00:00:00).
- Matahari terbenam: Dalam tradisi Yahudi (kalender Ibrani) dan Islam (kalender Hijriah), hari baru dimulai tepat pada saat matahari terbenam. Oleh karena itu, malam Jumat dalam pandangan Islam sebenarnya jatuh pada hari Kamis petang setelah terbenamnya matahari.
- Matahari terbit: Di beberapa kebudayaan kuno seperti Mesir Kuno, peradaban Weda kuno di India, dan kalender tradisional Bali, hari dimulai pada saat matahari terbit.
Zona waktu
[sunting | sunting sumber]Karena bentuk Bumi yang bulat, tengah malam tidak terjadi secara bersamaan di seluruh dunia. Oleh karena itu, diberlakukan sistem zona waktu agar setiap wilayah memiliki siang dan malam yang sesuai dengan jam lokalnya. Sistem standar zona waktu global membagi dunia menjadi 24 zona utama, diukur bergeser ke arah timur dan barat dari Bujur Utama di Greenwich, London. Hari sipil baru di planet Bumi selalu pertama kali dimulai di Garis penanggalan internasional yang melintasi Samudra Pasifik.
Sistem penamaan hari
[sunting | sunting sumber]Sebagian besar dunia modern menggunakan sistem 7 hari dalam satu pekan. Berdasarkan standar ISO 8601, hari pertama dalam sepekan adalah hari Senin. Di Indonesia, nama-nama hari memiliki akar etimologi dari perpaduan bahasa Arab dan bahasa Portugis/Latin, yaitu:
- Senin (dari bahasa Arab: Itsnayn, yang berarti 'dua' atau hari kedua).
- Selasa (dari bahasa Arab: Tsalatsa, yang berarti 'tiga').
- Rabu (dari bahasa Arab: Arba'a, yang berarti 'empat').
- Kamis (dari bahasa Arab: Khamis, yang berarti 'lima').
- Jumat (dari bahasa Arab: Jumu'ah, yang berarti 'berkumpul' atau 'berjemaah', merujuk pada ibadah salat Jumat bagi umat Muslim).
- Sabtu (dari bahasa Arab: Sabt, berasal dari bahasa Ibrani Shabbat, yang berarti 'istirahat').
- Minggu atau Ahad (Minggu berasal dari bahasa Portugis Domingo, dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti 'Hari Tuhan'. Sementara Ahad berasal dari bahasa Arab yang berarti 'satu' atau hari pertama).
Di masyarakat Romawi Kuno dan tradisi Barat modern (bahasa Inggris dan bahasa-bahasa Eropa lainnya), nama-nama hari dinamai berdasarkan objek astronomi di tata surya purba dan dewa-dewa mitologi (seperti Sunday untuk Matahari, Monday untuk Bulan, Thursday untuk dewa Thor, dan Saturday untuk Saturnus).
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Waktu dan Tanggal di Seluruh Dunia
- (Inggris) Bureau International des Poids et Mesures
