Alat musik petik
|
Gitar, salah satu contoh alat musik petik paling populer di dunia.
|
|
| Informasi Umum | |
|---|---|
| Nama lain | Plucked chordophone |
| Klasifikasi | Kordofon |
| Asal wilayah | Global (Berbagai peradaban kuno) |
| Era / Masa | Sejak zaman purba (Mesopotamia & Mesir Kuno) |
| Karakteristik Fisik & Musik | |
| Rentang nada | Bervariasi tergantung instrumen |
| Bahan utama | Kayu, logam, serat sintetis, usus hewan, bambu, daun lontar |
| Hubungan & Varian | |
| Varian | Gitar, Harpa, Kecapi, Sitar, Ukulele, Sape' |
| Alat musik terkait | Alat musik gesek, Alat musik pukul |
Alat musik petik adalah kelompok alat musik dalam keluarga kordofon yang menghasilkan bunyi melalui getaran senar atau dawai yang dipetik menggunakan jari tangan, kuku, atau alat bantu khusus yang disebut plektrum (pilih). Getaran dari senar tersebut kemudian disalurkan dan diperkuat melalui badan resonansi atau papan suara (soundboard) sehingga menghasilkan suara yang dapat didengar secara jelas.
Alat musik petik merupakan salah satu kategori instrumen tertua dalam sejarah peradaban manusia. Rentang variasi alat musik petik sangat luas, mencakup instrumen tradisional daerah hingga instrumen modern berbasis elektronika seperti gitar listrik.
Mekanisme
Proses pembentukan suara pada alat musik petik didasarkan pada hukum mekanika getaran senar. Ketika senar ditarik dari posisi setimbangnya dan dilepaskan, terjadi tegangan balik yang menyebabkan senar bergetar bolak-balik secara cepat pada frekuensi tertentu.
- Frekuensi getaran senar
Frekuensi dasar ($f$) yang dihasilkan oleh senar dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu panjang senar ($L$), tegangan senar ($T$), dan massa jenis linier senar ($\mu$). Hubungan ini dirumuskan dalam persamaan frekuensi senar:
- Panjang senar ($L$): Semakin pendek bagian senar yang bergetar, semakin tinggi frekuensi atau nada yang dihasilkan.
- Tegangan senar ($T$): Semakin kencang penataan tegangan senar, semakin tinggi frekuensi suaranya.
- Massa linier ($\mu$): Semakin tebal atau berat massa senar per satuan panjang, semakin rendah frekuensi suaranya (nada bas).
- Transmisi dan Amplifikasi
Suara akustik yang dihasilkan langsung oleh getaran senar umumnya sangat lemah karena luas permukaan senar yang sempit tidak mampu memindahkan volume udara yang cukup. Oleh karena itu, getaran senar disalurkan melalui sadel dan jembatan (bridge) menuju ke papan suara atau kotak resonansi. Rongga di dalam badan instrumen beresonansi dengan frekuensi udara di dalamnya, memperkuat amplitudo gelombang suara sebelum dipancarkan keluar melalui lubang suara (soundhole).
Sejarah
Zaman Purba dan Antik
Bukti arkeologis tertua mengenai instrumen dawai ditemukan pada relief relief situs Mesopotamia dan Mesir Kuno yang berasal dari milenium ke-3 Sebelum Masehi. Instrumen awal umumnya berbentuk busur petik yang dikembangkan dari busur panah, kemudian berkembang menjadi harpa kuno dan lyre di Yunani Kuno.
Abad Pertengahan dan Renaisans
Di wilayah Timur Tengah, instrumen Oud berkembang pesat pada masa keemasan Islam. Oud kemudian masuk ke benua Eropa melalui semenanjung Iberia dan berkembang menjadi lute pada masa Renaisans. Lute menjadi instrumen istana yang sangat populer untuk mengiringi puisi dan lagu.
Era Modern dan Elektrifikasi
Pada abad ke-19, pengrajin gitar asal Spanyol, Antonio de Torres Jurado, merancang struktur gitar klasik modern dengan sistem penyangga kipas (fan bracing) di dalam badan gitar. Desain ini meningkatkan proyeksi volume dan memperkaya warna tonalnya.
Pada awal abad ke-20, kebutuhan akan volume suara yang lebih keras dalam orkestra Jazz memicu ditemukannya penangkap bunyi (pickup) elektromagnetik. Penemuan ini melahirkan gitar listrik dan bas listrik yang merevolusi perkembangan industri musik populer global seperti Rock, Blues, Pop, dan Metal.
Teknik permainan
Penguasaan alat musik petik melibatkan berbagai teknik ekspresi tangan kanan (memetik) dan tangan kiri (menekan nada):
- Pizzicato / Fingerpicking: Teknik memetik senar secara langsung menggunakan ujung jari atau kuku tanpa menggunakan plektrum.
- Flatpicking: Teknik memetik senar menggunakan plektrum tunggal buatan dari bahan seluloid atau plastik.
- Tapping: Teknik memukul senar secara langsung di atas fret menggunakan jari-jari tangan kanan maupun kiri untuk menghasilkan nada cepat.
- Slapping: Teknik memukul senar bas menggunakan ibu jari untuk menciptakan efek perkusif yang kuat, umum dalam genre Funk.
- Harmonik: Teknik menyentuh titik nodus senar secara ringan tanpa menekannya penuh untuk menghasilkan nada tinggi seperti seruling.
- Arpeggio: Teknik memainkan nada-nada dalam suatu akor secara berurutan satu per satu, bukan sekaligus.
Ragam
- Gitar
- Instrumen petik paling populer di dunia dengan enam senar, tersedia dalam varian akustik senar nilon, senar baja, dan gitar listrik.
- Harpa
- Instrumen berukuran besar yang memiliki banyak senar terbentang secara vertikal pada bingkai segitiga, dimainkan dengan memetik senar menggunakan kedua tangan.
- Ukulele
- Instrumen kecil berleher pendek asal Hawaii yang diadaptasi dari alat musik Portogis, umumnya memiliki empat senar nilon.
- Sitar
- Instrumen petik khas India Utara yang memiliki senar simpatetis di bawah senar utama, menghasilkan karakter suara berdengung yang khas.
- Guzheng
- Instrumen zither panjang khas Tiongkok dengan pasak geser yang dapat dipindahkan untuk mengatur nada.
- Oud
- Instrumen berbentuk buah pir tanpa fret yang menjadi cikal bakal lute di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Ragam tradisional
Indonesia memiliki kekayaan budaya instrumen petik tradisional yang tersebar di berbagai pulau:
- Sasando: Alat musik petik khas Suku Rote di Nusa Tenggara Timur yang menggunakan wadah resonansi dari daun lontar.
- Kecapi: Alat musik petik Sunda berbentuk kotak kayu yang digunakan dalam musik Cianjuran dan Gamelan Degung.
- Sape' (Sampe): Alat musik petik khas Suku Dayak di Kalimantan yang dipahat dari satu batang kayu utuh dengan ukiran bermotif khas.
- Hasapi: Alat musik petik tradisional berukuran kecil milik Suku Batak di Sumatra Utara.
- Jungga: Alat musik petik tradisional berbentuk menyerupai gitar kecil asal pulau Sumba.
- Gambus: Alat musik petik khas Melayu yang mendapat pengaruh kuat dari budaya Arab.
Lihat pula
Referensi
