Album musik: Perbedaan antara revisi
k 🤖 Sync metadata: Kumpulan rekaman musik yang dirilis sebagai satu kesatuan Tanda: Pengembalian manual Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
Tidak ada ringkasan suntingan Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{SHORTDESC:Kumpulan rekaman musik yang dirilis sebagai satu kesatuan}} | {{SHORTDESC:Kumpulan rekaman musik yang dirilis sebagai satu kesatuan}} | ||
{{Infobox album musik | |||
| Nama = Album musik | |||
| image = Vinyl_record_album.jpg | |||
| image_caption = Sebuah [[Piringan hitam|piringan hitam]] (''vinyl'') beralur mikro, format awal yang mendefinisikan standar durasi sebuah album musik penuh pada pertengahan abad ke-20. | |||
| Jenis = [[Media rekaman]] / Format rilis musik | |||
| Format_fisik = [[Piringan hitam]], [[Kaset|Pita kaset]], [[Cakram padat]] (CD) | |||
| Format_digital = [[Pengunduhan digital]], [[Layanan penyiaran|Streaming audio]] | |||
| Durasi_standar = 30 hingga 80 menit (Tergantung format) | |||
| Penggagas = Perusahaan rekaman abad ke-20 (seperti [[Columbia Records]]) | |||
| Era_awal = 1909 (Format buku album), 1948 (Format LP Piringan Hitam) | |||
}} | |||
'''Album musik''' (bahasa Inggris: ''music album'') adalah sekumpulan rekaman [[audio]] yang diterbitkan kepada publik sebagai satu kesatuan karya. Rekaman-rekaman tersebut, yang sering disebut sebagai "trek" (''tracks'') atau lagu, biasanya memiliki kesamaan tema, gaya [[Genre musik|musik]], atau direkam pada periode waktu yang berdekatan oleh satu artis atau grup musik yang sama. | |||
Secara tradisional, sebuah album musik didistribusikan melalui media fisik seperti [[Piringan hitam|piringan hitam]] (''vinyl''), [[Kaset|pita kaset]], dan [[Cakram padat]] (CD). Namun, pada abad ke-21, distribusi album telah didominasi oleh format nirkabel seperti [[Pengunduhan digital|unduhan digital]] (''digital download'') dan media [[Layanan penyiaran|penyiaran audio]] (''streaming'') seperti [[Spotify]] atau [[Apple Music]]. Meskipun mediumnya telah berubah secara drastis, konsep "album" tetap dipertahankan oleh [[Industri musik|industri musik]] sebagai standar pencapaian artistik utama seorang [[Musisi|musisi]]. | |||
== Etimologi == | == Etimologi == | ||
Kata "album" berasal dari bahasa Latin ''albus'', yang berarti putih. Pada [[Zaman Kuno|zaman Romawi kuno]], album adalah papan putih yang digunakan untuk menulis pengumuman publik. | |||
Penggunaan istilah ini dalam [[Perekaman suara|industri rekaman suara]] bermula pada awal abad ke-20. Pada masa itu, piringan hitam awal (yang diputar dengan kecepatan 78 rpm) hanya dapat menyimpan durasi audio sekitar tiga hingga empat menit per sisinya. Oleh karena itu, simfoni [[Musik klasik|klasik]] atau koleksi lagu yang panjang harus direkam ke dalam beberapa piringan hitam yang terpisah. Piringan-piringan ini kemudian dijual bersamaan dalam satu kemasan sampul buku berbahan kulit tebal, yang halamannya menyerupai [[Album foto|album foto]]. Inilah yang melahirkan istilah "album rekaman" (''record album''). Salah satu contoh komersial pertama adalah album yang merilis pementasan ''[[Nutcracker Suite]]'' oleh [[Pyotr Ilyich Tchaikovsky]] pada tahun 1909. | |||
=== | == Sejarah dan evolusi format == | ||
=== Era 78 rpm dan kelahiran album (1900-an – 1940-an) === | |||
Sebelum tahun 1948, musik populer dijual sebagai [[Singel|singel]] (satu lagu) pada piringan hitam 78 rpm berbahan ''shellac''. Karena durasi simpannya yang sangat pendek, seniman jarang merekam koleksi lagu baru sebagai satu paket. "Album" pada masa ini benar-benar merupakan kompilasi dari singel-singel yang diikat menjadi satu buku kaku. | |||
=== | === Era piringan hitam Long Play / LP (1948 – 1970-an) === | ||
Pada tahun 1948, [[Columbia Records]] memperkenalkan format piringan hitam beralur mikro (''microgroove'') berbahan vinil yang diputar dengan kecepatan 33⅓ rpm. Format ini disebut sebagai '''LP''' (''Long Play''), yang mampu menampung sekitar 20 hingga 30 menit audio per sisinya (total sekitar 40 hingga 60 menit). | |||
Inovasi ini merevolusi industri musik. Musisi perlahan-lahan beralih dari pola pikir "menulis singel" menjadi "menulis album" secara utuh. Era 1960-an, terutama yang dipelopori oleh musisi rock seperti [[The Beatles]] (dengan album ''[[Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band]]'') dan [[The Beach Boys]] (dengan ''[[Pet Sounds]]''), menandai awal dari masa keemasan "Era Album" (''Album Era''). Pada masa ini, album tidak lagi sekadar kumpulan lagu acak, melainkan dirancang sebagai satu pengalaman artistik yang kohesif dari trek pertama hingga terakhir, lengkap dengan desain ''[[Sampul album|cover art]]'' yang ikonis. | |||
== | === Era Kaset (1970-an – 1990-an) === | ||
[[Kaset|Pita kaset kompak]] yang diperkenalkan oleh [[Philips]] mulai mendominasi pasar pada akhir 1970-an berkat penemuan pemutar musik portabel seperti [[Walkman]]. Kaset menawarkan kepraktisan; pengguna tidak perlu pemutar piringan hitam besar dan dapat mendengarkan album di dalam mobil atau saat bepergian. Kaset juga memiliki pembagian dua sisi (Sisi A dan Sisi B), yang sering dimanfaatkan oleh seniman untuk membagi ''mood'' atau narasi album mereka. | |||
=== | === Era Cakram Padat / CD (1980-an – 2000-an) === | ||
Format [[Cakram padat]] (''Compact Disc'' atau CD) diluncurkan secara komersial pada tahun 1982. CD menggunakan pembacaan [[Laser|laser]] optik yang menghilangkan masalah suara desis dan keausan mekanis yang dialami piringan hitam serta kaset. CD juga meningkatkan durasi standar sebuah album hingga maksimal 74 hingga 80 menit. Hal ini mendorong musisi pada dekade 90-an untuk memuat lebih banyak lagu dalam satu album (sering kali hingga 15–20 trek). | |||
=== | === Era Digital (2000-an – kini) === | ||
Kehadiran [[MP3]] dan munculnya toko musik daring seperti [[iTunes]] pada awal 2000-an menyebabkan penurunan dramatis dalam penjualan album fisik. Konsumen kembali memiliki opsi untuk membeli lagu secara terpisah. Ketika model [[Layanan penyiaran|penyiaran (''streaming'')]] menjadi standar global pada dekade 2010-an, konsumsi musik bergeser menuju [[Daftar putar|daftar putar (''playlist'')]] yang dikurasi oleh algoritma. Meskipun demikian, entitas "album" tetap dipertahankan karena perannya yang vital dalam promosi tur konser, kritik musik, dan [[Penghargaan Grammy|penghargaan musik]]. | |||
== | == Klasifikasi album == | ||
Album | Sebuah album dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe berdasarkan panjang durasi dan proses perekamannya: | ||
* '''Album studio:''' Album orisinal yang berisi lagu-lagu baru dan direkam di sebuah [[Studio rekaman|studio]]. Ini adalah jenis album yang paling umum dan menjadi tulang punggung karier sebagian besar musisi. | |||
* '''Album siaran langsung (''Live album''):''' Rekaman penampilan musisi di atas panggung di hadapan penonton langsung. Album jenis ini menangkap energi konser dan interaksi dengan penggemar. | |||
* '''[[Album mini]] (''Extended Play'' / EP):''' Karya musik yang lebih panjang dari singel tetapi terlalu pendek untuk diklasifikasikan sebagai album penuh (LP). EP biasanya berisi 4 hingga 6 trek dengan durasi total di bawah 30 menit. | |||
* '''Album kompilasi:''' Kumpulan trek rekaman yang sebelumnya sudah pernah dirilis. Album kompilasi biasanya diterbitkan dengan tajuk ''Greatest Hits'' (Kumpulan Lagu Terbaik), ''Best of'', atau kompilasi dari berbagai musisi untuk sebuah jalur suara (''[[Jalur suara|soundtrack]]'') film. | |||
* '''[[Album konsep]]:''' Album studio di mana seluruh lagunya secara kolektif berfokus pada satu tema naratif, lirik, atau musikal tunggal. Setiap trek dirancang untuk mendukung cerita utama yang berkesinambungan. | |||
== | == Estetika dan elemen penyerta == | ||
Lebih dari sekadar media penyimpanan suara, album telah berkembang menjadi bentuk [[Seni rupa|seni rupa]] tersendiri. | |||
* '''[[Sampul album]]:''' Gambar atau desain grafis pada bagian depan kemasan. Sampul album sering kali menjadi representasi visual dari musik di dalamnya dan telah melahirkan karya ikonik dalam sejarah desain grafis. | |||
* '''Buku kecil (''Booklet'' / ''Liner notes''):''' Sisipan kertas dalam kemasan fisik (CD atau vinil) yang memuat lirik lagu, daftar personel musisi, ucapan terima kasih (''acknowledgments''), dan kredit produser. Di era digital, elemen ini diadaptasi menjadi buklet PDF atau metadata kredit di aplikasi penyiaran. | |||
== | == Lihat pula == | ||
* [[Industri musik]] | |||
* [[Label rekaman]] | |||
* [[Produser rekam]] | |||
* [[Sertifikasi penjualan rekaman musik]] | |||
== | == Referensi == | ||
[[Kategori:Album musik]] | |||
[[Kategori:Media perekaman]] | |||
[[Kategori:Industri musik]] | |||
[[Kategori:Format musik]] | |||
[[Kategori:Sejarah musik]] | |||
{{#related: Album studio}} | {{#related: Album studio}} | ||
{{#related: Distribusi}} | {{#related: Distribusi}} | ||
{{#related: Hak cipta}} | {{#related: Hak cipta}} | ||
Revisi per 10 September 2026 21.06
| Album musik | ||
|---|---|---|
|
Sebuah piringan hitam (vinyl) beralur mikro, format awal yang mendefinisikan standar durasi sebuah album musik penuh pada pertengahan abad ke-20.
|
||
| Tipe perilisan | Media rekaman / Format rilis musik | |
Album musik (bahasa Inggris: music album) adalah sekumpulan rekaman audio yang diterbitkan kepada publik sebagai satu kesatuan karya. Rekaman-rekaman tersebut, yang sering disebut sebagai "trek" (tracks) atau lagu, biasanya memiliki kesamaan tema, gaya musik, atau direkam pada periode waktu yang berdekatan oleh satu artis atau grup musik yang sama.
Secara tradisional, sebuah album musik didistribusikan melalui media fisik seperti piringan hitam (vinyl), pita kaset, dan Cakram padat (CD). Namun, pada abad ke-21, distribusi album telah didominasi oleh format nirkabel seperti unduhan digital (digital download) dan media penyiaran audio (streaming) seperti Spotify atau Apple Music. Meskipun mediumnya telah berubah secara drastis, konsep "album" tetap dipertahankan oleh industri musik sebagai standar pencapaian artistik utama seorang musisi.
Etimologi
Kata "album" berasal dari bahasa Latin albus, yang berarti putih. Pada zaman Romawi kuno, album adalah papan putih yang digunakan untuk menulis pengumuman publik.
Penggunaan istilah ini dalam industri rekaman suara bermula pada awal abad ke-20. Pada masa itu, piringan hitam awal (yang diputar dengan kecepatan 78 rpm) hanya dapat menyimpan durasi audio sekitar tiga hingga empat menit per sisinya. Oleh karena itu, simfoni klasik atau koleksi lagu yang panjang harus direkam ke dalam beberapa piringan hitam yang terpisah. Piringan-piringan ini kemudian dijual bersamaan dalam satu kemasan sampul buku berbahan kulit tebal, yang halamannya menyerupai album foto. Inilah yang melahirkan istilah "album rekaman" (record album). Salah satu contoh komersial pertama adalah album yang merilis pementasan Nutcracker Suite oleh Pyotr Ilyich Tchaikovsky pada tahun 1909.
Sejarah dan evolusi format
Era 78 rpm dan kelahiran album (1900-an – 1940-an)
Sebelum tahun 1948, musik populer dijual sebagai singel (satu lagu) pada piringan hitam 78 rpm berbahan shellac. Karena durasi simpannya yang sangat pendek, seniman jarang merekam koleksi lagu baru sebagai satu paket. "Album" pada masa ini benar-benar merupakan kompilasi dari singel-singel yang diikat menjadi satu buku kaku.
Era piringan hitam Long Play / LP (1948 – 1970-an)
Pada tahun 1948, Columbia Records memperkenalkan format piringan hitam beralur mikro (microgroove) berbahan vinil yang diputar dengan kecepatan 33⅓ rpm. Format ini disebut sebagai LP (Long Play), yang mampu menampung sekitar 20 hingga 30 menit audio per sisinya (total sekitar 40 hingga 60 menit).
Inovasi ini merevolusi industri musik. Musisi perlahan-lahan beralih dari pola pikir "menulis singel" menjadi "menulis album" secara utuh. Era 1960-an, terutama yang dipelopori oleh musisi rock seperti The Beatles (dengan album Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band) dan The Beach Boys (dengan Pet Sounds), menandai awal dari masa keemasan "Era Album" (Album Era). Pada masa ini, album tidak lagi sekadar kumpulan lagu acak, melainkan dirancang sebagai satu pengalaman artistik yang kohesif dari trek pertama hingga terakhir, lengkap dengan desain cover art yang ikonis.
Era Kaset (1970-an – 1990-an)
Pita kaset kompak yang diperkenalkan oleh Philips mulai mendominasi pasar pada akhir 1970-an berkat penemuan pemutar musik portabel seperti Walkman. Kaset menawarkan kepraktisan; pengguna tidak perlu pemutar piringan hitam besar dan dapat mendengarkan album di dalam mobil atau saat bepergian. Kaset juga memiliki pembagian dua sisi (Sisi A dan Sisi B), yang sering dimanfaatkan oleh seniman untuk membagi mood atau narasi album mereka.
Era Cakram Padat / CD (1980-an – 2000-an)
Format Cakram padat (Compact Disc atau CD) diluncurkan secara komersial pada tahun 1982. CD menggunakan pembacaan laser optik yang menghilangkan masalah suara desis dan keausan mekanis yang dialami piringan hitam serta kaset. CD juga meningkatkan durasi standar sebuah album hingga maksimal 74 hingga 80 menit. Hal ini mendorong musisi pada dekade 90-an untuk memuat lebih banyak lagu dalam satu album (sering kali hingga 15–20 trek).
Era Digital (2000-an – kini)
Kehadiran MP3 dan munculnya toko musik daring seperti iTunes pada awal 2000-an menyebabkan penurunan dramatis dalam penjualan album fisik. Konsumen kembali memiliki opsi untuk membeli lagu secara terpisah. Ketika model penyiaran (streaming) menjadi standar global pada dekade 2010-an, konsumsi musik bergeser menuju daftar putar (playlist) yang dikurasi oleh algoritma. Meskipun demikian, entitas "album" tetap dipertahankan karena perannya yang vital dalam promosi tur konser, kritik musik, dan penghargaan musik.
Klasifikasi album
Sebuah album dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe berdasarkan panjang durasi dan proses perekamannya:
- Album studio: Album orisinal yang berisi lagu-lagu baru dan direkam di sebuah studio. Ini adalah jenis album yang paling umum dan menjadi tulang punggung karier sebagian besar musisi.
- Album siaran langsung (Live album): Rekaman penampilan musisi di atas panggung di hadapan penonton langsung. Album jenis ini menangkap energi konser dan interaksi dengan penggemar.
- Album mini (Extended Play / EP): Karya musik yang lebih panjang dari singel tetapi terlalu pendek untuk diklasifikasikan sebagai album penuh (LP). EP biasanya berisi 4 hingga 6 trek dengan durasi total di bawah 30 menit.
- Album kompilasi: Kumpulan trek rekaman yang sebelumnya sudah pernah dirilis. Album kompilasi biasanya diterbitkan dengan tajuk Greatest Hits (Kumpulan Lagu Terbaik), Best of, atau kompilasi dari berbagai musisi untuk sebuah jalur suara (soundtrack) film.
- Album konsep: Album studio di mana seluruh lagunya secara kolektif berfokus pada satu tema naratif, lirik, atau musikal tunggal. Setiap trek dirancang untuk mendukung cerita utama yang berkesinambungan.
Estetika dan elemen penyerta
Lebih dari sekadar media penyimpanan suara, album telah berkembang menjadi bentuk seni rupa tersendiri.
- Sampul album: Gambar atau desain grafis pada bagian depan kemasan. Sampul album sering kali menjadi representasi visual dari musik di dalamnya dan telah melahirkan karya ikonik dalam sejarah desain grafis.
- Buku kecil (Booklet / Liner notes): Sisipan kertas dalam kemasan fisik (CD atau vinil) yang memuat lirik lagu, daftar personel musisi, ucapan terima kasih (acknowledgments), dan kredit produser. Di era digital, elemen ini diadaptasi menjadi buklet PDF atau metadata kredit di aplikasi penyiaran.
Lihat pula
Referensi