YouTube: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan Tanda: Pengembalian manual Dikembalikan Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
k Melindungi "YouTube" ([Sunting=Hanya untuk penyunting terpercaya] (selamanya) [Pindahkan=Hanya untuk penyunting terpercaya] (selamanya)) Tanda: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{SHORTDESC:Platform berbagi video daring Amerika Serikat}} | {{SHORTDESC:Platform berbagi video daring Amerika Serikat}} | ||
{{Infobox situs web | {{Infobox situs web | ||
| nama = YouTube | | nama = YouTube | ||
| logo = YouTube_Logo_2017.svg | | logo = YouTube_Logo_2017.svg | ||
| ukuran_logo = 220px | | ukuran_logo = 220px | ||
| tangkapan_layar = Youtube_homepage_2023. | | tangkapan_layar = Youtube_homepage_2023.jpg | ||
| tangkapan_layar_caption = Tampilan antarmuka beranda YouTube pada perangkat desktop. | | tangkapan_layar_caption = Tampilan antarmuka beranda YouTube pada perangkat desktop. | ||
| url = [https://www.youtube.com/ youtube.com] | | url = [https://www.youtube.com/ youtube.com] | ||
Revisi terkini sejak 19 September 2026 23.02
|
|
|
|
Tampilan antarmuka beranda YouTube pada perangkat desktop.
|
|
| Informasi Situs | |
|---|---|
| URL | youtube.com |
| Slogan | Broadcast Yourself (historis) |
| Tipe situs | Platform berbagi video |
| Komersial | Ya |
| Pendaftaran | Opsional (diperlukan untuk mengunggah, berlangganan, menyukai, dan berkomentar) |
| Bahasa tersedia | Tersedia dalam lebih dari 80 bahasa lokal |
| Sejarah dan Operasional | |
| Pemilik | Alphabet Inc. (melalui Google) |
| Pendiri | Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim |
| Tokoh kunci | Neal Mohan (CEO) |
| Diluncurkan | 14 Februari 2005 |
| Ditulis dengan | Python, C++, Java, Go |
| Status sekarang | Aktif |
YouTube adalah sebuah situs web dan platform berbagi video daring berskala global yang berkantor pusat di San Bruno, California, Amerika Serikat. Situs ini didirikan pada 14 Februari 2005 oleh tiga mantan karyawan PayPal: Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim. Pada November 2006, perusahaan raksasa teknologi Google membeli YouTube dengan harga senilai US$1,65 miliar. Sejak saat itu, YouTube beroperasi sebagai salah satu anak perusahaan utama di bawah naungan Alphabet Inc.
YouTube memungkinkan penggunanya untuk mengunggah, menonton, membagikan, menambahkan ke daftar putar, melaporkan, mengomentari video, serta berlangganan ke saluran pengguna lain. Konten yang tersedia di platform ini sangat beragam, mulai dari klip video musik, film pendek, film dokumenter, rekaman audio, vlog, siaran langsung (live streaming), hingga video edukasi. Selain konten yang diunggah oleh individu atau pembuat konten (content creator), berbagai perusahaan media dan stasiun televisi konvensional seperti CBS, BBC, Vevo, dan Hulu juga menawarkan sebagian dari material mereka melalui situs ini sebagai bagian dari program kemitraan YouTube.
Situs ini menduduki peringkat sebagai salah satu situs web yang paling banyak dikunjungi di dunia maya secara global, tepat di bawah mesin pencari Google itu sendiri. Dengan miliaran jam tayang video yang ditonton setiap harinya, YouTube telah bertransformasi menjadi kekuatan dominan yang mempengaruhi budaya populer, jurnalisme warga, dan tren media digital pada abad ke-21. Pendapatan utama platform ini bertumpu pada sistem periklanan Google AdSense, yang menargetkan iklan sesuai dengan konten situs dan demografi audiens.
Sejarah
Pendirian dan masa awal (2005–2006)
Konsep awal YouTube dikembangkan oleh Hurley, Chen, dan Karim saat mereka bekerja di perusahaan rintisan pembayaran digital PayPal. Hurley sebelumnya mempelajari desain di Universitas Indiana Pennsylvania, sementara Chen dan Karim mengambil studi ilmu komputer di Universitas Illinois Urbana-Champaign. Ide pembuatan platform ini didorong oleh kesulitan mereka dalam membagikan video melalui email pada masa itu karena adanya pembatasan ukuran lampiran yang sangat kecil.
Nama domain `www.youtube.com` resmi didaftarkan dan diaktifkan pada tanggal 14 Februari 2005. Video pertama yang diunggah ke platform tersebut berjudul Me at the zoo, menampilkan salah satu pendiri, Jawed Karim, yang sedang berada di Kebun Binatang San Diego. Video tersebut diunggah pada 23 April 2005 dan masih dapat ditonton di situs tersebut hingga saat ini. Pada bulan-bulan berikutnya, situs web ini mengalami pertumbuhan yang masif dan fenomenal. Pada bulan Juli 2006, perusahaan mengumumkan bahwa lebih dari 65.000 video baru diunggah setiap harinya, dan bahwa platform tersebut menerima hingga 100 juta penayangan video per hari.
Akuisisi oleh Google (2006)
Pertumbuhan pesat yang dialami YouTube memakan biaya operasional yang sangat besar, terutama karena kebutuhan terhadap perangkat keras komputer dan infrastruktur lebar pita (bandwidth) yang masif untuk menampung lalu lintas video. Selain itu, mereka mulai menghadapi berbagai tekanan hukum mengenai hak cipta. Pada 9 Oktober 2006, Google mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi YouTube dengan nilai pertukaran saham sebesar US$1,65 miliar. Kesepakatan ini secara resmi diselesaikan pada tanggal 13 November 2006, menjadikannya sebagai salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah industri internet pada dekade tersebut.
Era modern (2007–sekarang)
Di bawah kepemilikan Google, YouTube berevolusi dari sekadar tempat membagikan video amatir menjadi panggung hiburan multinasional. Pada tahun 2007, mereka meluncurkan YouTube Partner Program (YPP), sebuah sistem bagi hasil yang mengizinkan pembuat konten untuk memonetisasi karya video mereka dan mendapatkan penghasilan dari iklan yang diputar di dalam video mereka.
YouTube terus melakukan peningkatan kapasitas teknologinya dari tahun ke tahun. Mereka mulai mendukung penayangan resolusi HD 720p pada 2008, 1080p pada 2009, konten video 4K pada 2014, hingga teknologi video 360 derajat dan resolusi 8K. Pada tahun 2020, sebagai bentuk kompetisi terhadap popularitas platform TikTok, perusahaan merilis YouTube Shorts, yaitu fitur berbagi video pendek vertikal dengan durasi kurang dari 60 detik.
Fitur platform
Teknologi pemutaran video
Pada masa awal berdirinya, YouTube menggunakan teknologi dari Adobe Flash Player sebagai infrastruktur utama untuk memutar video daring. Namun, seiring berkembangnya peramban web modern, YouTube bertransisi secara penuh pada Januari 2015 untuk menggunakan teknologi HTML5 dan menggunakan kdek video moderen seperti VP9 dan AV1. Platform ini memungkinkan pemutaran adaptif, di mana resolusi video secara otomatis diturunkan atau ditingkatkan bergantung pada kecepatan internet lokal milik perangkat yang digunakan penonton.
YouTube Premium
Pada Oktober 2015, platform ini memperkenalkan layanan berlangganan bebas iklan yang saat itu diberi nama YouTube Red, yang kemudian berganti nama menjadi YouTube Premium pada tahun 2018. Layanan ini memungkinkan pelanggannya untuk menonton seluruh video tanpa interupsi iklan, memutar video di latar belakang pada perangkat seluler, serta memberikan fitur untuk mengunduh video untuk disaksikan secara luring. Pelanggan YouTube Premium juga secara otomatis mendapatkan akses tak terbatas ke platform pengaliran musik milik mereka, YouTube Music.
Siaran langsung (Live streaming)
Selain video pra-rekam (Video on demand), YouTube telah memfasilitasi siaran langsung (Live broadcasting) sejak tahun 2011 melalui fitur YouTube Live. Fitur ini telah digunakan untuk menyiarkan berbagai acara besar tingkat dunia secara waktu-nyata (real-time), termasuk Debat Presiden Amerika Serikat, Olimpiade, peluncuran roket luar angkasa, hingga konser artis musik terkemuka. Sejak dekade 2020-an, fitur ini juga dioptimalkan untuk menarik komunitas pemain video gim guna bersaing dengan Twitch.
Dampak sosial dan budaya
YouTube memainkan peran fundamental dalam demokratisasi penyebaran informasi dan hiburan, memungkinkan orang biasa yang tidak memiliki latar belakang dari industri pertelevisian tradisional untuk menciptakan karir mandiri sebagai selebritas internet (YouTuber). Tokoh-tokoh independen sepert MrBeast, PewDiePie, dan banyak pembuat konten asal Indonesia, membangun basis penggemar dalam skala puluhan juta orang serta membentuk ekosistem ekonomi kreator yang bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.
Selain hiburan, platform ini diakui secara global sebagai ruang penyimpanan arsip sejarah publik, sarana literasi pendidikan secara otodidak (berkat banyaknya konten berbasis panduan atau tutorial), dan sebagai katalisator dalam jurnalisme massa, yang sangat berperan dalam menyebarkan rekaman visual dalam insiden besar dunia seperti bencana alam atau protes politik.
Kontroversi dan kritik
Sebagaimana situs teknologi raksasa lainnya, YouTube tak luput dari sorotan publik dan investigasi penegak hukum atas kebijakan operasional dan algoritmanya:
- Hak Cipta: Karena jumlah video yang diunggah sangat masif, platform ini terus-menerus menghadapi isu pelanggaran hak cipta. Sebagai solusinya, Google mengembangkan sebuah teknologi pemindai hak cipta otomatis bernama Content ID. Jika sistem ini mendeteksi adanya musik atau potongan video yang diunggah secara ilegal, hak monetisasi dari video tersebut akan dialihkan secara paksa kepada pemilik hak cipta aslinya, atau videonya diblokir sepenuhnya secara teritorial.
- Algoritma dan misinformasi: Sistem rekomendasi algoritma YouTube sering dikritik oleh sosiolog dan pakar teknologi karena dianggap menciptakan ruang gema (echo chamber) yang berpotensi mempromosikan teori konspirasi dan misinformasi politik demi menjaga pengguna tetap berada lebih lama di dalam platform situs web.
- Privasi anak-anak: Pada tahun 2019, YouTube didenda sebesar US$170 juta oleh FTC karena melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak (Children's Online Privacy Protection Act atau COPPA). Sebagai tanggapan dari denda perdata tersebut, YouTube merombak kebijakannya, dengan menghilangkan fitur komentar dan monetisasi bertarget khusus pada setiap video yang ditetapkan sebagai konten khusus untuk audiens anak-anak.
Lihat pula
- Daftar saluran YouTube dengan pelanggan terbanyak
- Daftar video YouTube yang paling banyak ditonton
- Daftar layanan berbagi video
Referensi
Pranala luar
