Lompat ke isi

Juli

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Revisi sejak 6 September 2026 10.43 oleh Admin (bicara | kontrib) (Mippedia Neural Engine V12: NeuralRelated)
Juli
Ilustrasi Juli dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
Ilustrasi Juli dari kalender Les Très Riches Heures du duc de Berry (sekitar abad ke-15).
Karakteristik Kalender
Bulan ke- 7 (Ketujuh)
Jumlah hari 31
Sebelumnya Juni
Selanjutnya Agustus
Detail Lainnya
Dinamai berdasarkan Julius Caesar, jenderal, negarawan, dan diktator Romawi
Musim (B. Utara) Musim panas
Musim (B. Selatan) Musim dingin
Simbolisme Astrologi
Zodiak Kanser (hingga 22 Jul)
Leo (sejak 23 Jul)
Batu kelahiran Batu rubi (Ruby)
Bunga Larkspur dan Seroja (Water lily)

Juli adalah bulan ketujuh dalam kalender Julian dan kalender Gregorian, dan merupakan bulan keempat dari tujuh bulan dalam setahun yang memiliki panjang 31 hari. Nama bulan ini diserap dari bahasa Belanda, juli, yang berakar dari bahasa Latin klasik, Iulius. Bulan ini dinamai secara khusus untuk menghormati Julius Caesar, jenderal sekaligus diktator Romawi yang lahir pada bulan ini.

Secara rata-rata, Juli merupakan bulan terpanas di sebagian besar wilayah di Belahan Bumi Utara, di mana bulan ini menandai puncaknya musim panas. Sebaliknya, Juli merupakan bulan terdingin di sebagian besar wilayah di Belahan Bumi Selatan, yang menandai puncaknya musim dingin. Bulan Juli di Belahan Bumi Selatan memiliki karakteristik iklim dan pergerakan musim yang ekuivalen dengan bulan Januari di Belahan Bumi Utara.

Sejarah dan Etimologi

Era Kalender Romawi Kuno (Quintilis)

Sebelum dinamai Juli, bulan ini aslinya bernama Quintilis (atau Quinctilis dalam bahasa Latin awal). Kata Quintilis secara harfiah berarti "kelima". Hal ini sesuai dengan kedudukan bulan tersebut dalam kalender Romawi kuno awal (kalender Romulus abad ke-8 SM), di mana tahun hanya terdiri dari sepuluh bulan yang dimulai pada bulan Maret. Sejak awal pembentukannya, Quintilis/Juli sudah memiliki panjang 31 hari.

Ketika raja kedua Roma, Numa Pompilius, menyisipkan bulan Januari dan Februari di awal kalender pada sekitar tahun 713 SM, posisi Quintilis bergeser dari bulan kelima menjadi bulan ketujuh. Meskipun posisinya telah berubah, bulan ini tetap mempertahankan nama lamanya (yang bermakna kelima) selama berabad-abad di era Republik Romawi.

Perubahan nama menjadi Iulius

Pada tahun 45 SM, Julius Caesar memberlakukan reformasi penanggalan yang komprehensif, menggantikan kalender lunar Romawi yang tidak akurat dengan kalender matahari yang lebih presisi, yang kemudian dikenal sebagai kalender Julian.

Satu tahun kemudian, pada 44 SM (tepatnya setelah Julius Caesar dibunuh), Senat Romawi mengusulkan dan meresmikan perubahan nama bulan Quintilis menjadi Iulius (Juli). Keputusan ini diambil atas usulan Markus Antonius untuk menghormati Caesar, mengingat ia lahir pada bulan tersebut (tepatnya pada 12 atau 13 Juli) dan juga sebagai penghargaan atas keberhasilannya mereformasi sistem kalender Romawi. Sejak saat itu, nama Juli diadopsi oleh berbagai bahasa dan kebudayaan yang terpengaruh oleh Kekaisaran Romawi dan kekristenan Eropa.

Karakteristik astronomi dan kalender

Fenomena astronomi tahunan yang paling krusial di bulan ini adalah Aphelion. Pada awal bulan Juli (biasanya antara tanggal 3 hingga 6 Juli), Bumi mencapai titik terjauhnya dari Matahari dalam orbit elipsnya. Meskipun Bumi berada di jarak terjauhnya, Belahan Bumi Utara tetap mengalami musim panas karena kemiringan sumbu Bumi yang menghadapkan kutub utara langsung ke arah Matahari.

Dalam perhitungan hari di kalender Gregorian, bulan Juli selalu dimulai pada hari yang sama dalam seminggu dengan bulan April di setiap tahun, serta dimulai pada hari yang sama dengan bulan Januari khusus pada tahun kabisat.

Sementara itu, bulan Juli tidak pernah berakhir pada hari yang sama dalam seminggu dengan bulan apa pun di luar tahun kabisat. Namun, pada tahun kabisat, bulan Juli berakhir pada hari yang sama dengan bulan Januari.

Simbolisme

Berikut adalah identitas simbolis yang secara tradisional dikaitkan dengan bulan Juli:

  • Batu kelahiran: Batu kelahiran untuk bulan ini adalah Batu rubi (Ruby). Batu permata berwarna merah pekat ini secara historis dipercaya dapat melindungi penggunanya dari bahaya, serta melambangkan vitalitas, cinta, keberanian, dan gairah.
  • Bunga kelahiran: Bunga yang dikaitkan dengan bulan Juli adalah Larkspur (yang melambangkan ikatan cinta yang kuat, kepositifan, dan dedikasi), serta bunga Seroja/Teratai air (Water lily) yang melambangkan kemurnian, keagungan, dan kelahiran kembali.
  • Zodiak: Tanda-tanda zodiak astrologi di bulan ini adalah Kanser (Kepiting) yang berlangsung hingga tanggal 22 Juli, dan Leo (Singa) yang dimulai dari tanggal 23 Juli hingga bulan berakhir.

Perayaan dan Hari Libur

Banyak peristiwa historis dan kemerdekaan dari berbagai negara jatuh pada bulan Juli. Beberapa di antaranya meliputi:

Lihat pula

Referensi