Lompat ke isi

Alat musik petik

Dari Mippedia bahasa Indonesia, ensiklopedia umum
Alat musik petik
Gitar, salah satu contoh alat musik petik paling populer di dunia.
Gitar, salah satu contoh alat musik petik paling populer di dunia.
Informasi Umum
Nama lain Plucked chordophone
Klasifikasi Kordofon
Asal wilayah Global (Berbagai peradaban kuno)
Era / Masa Sejak zaman purba (Mesopotamia & Mesir Kuno)
Karakteristik Fisik & Musik
Rentang nada Bervariasi tergantung instrumen
Bahan utama Kayu, logam, serat sintetis, usus hewan, bambu, daun lontar
Hubungan & Varian
Varian Gitar, Harpa, Kecapi, Sitar, Ukulele, Sape'
Alat musik terkait Alat musik gesek, Alat musik pukul

Alat musik petik adalah kelompok alat musik dalam keluarga kordofon yang menghasilkan bunyi melalui getaran senar atau dawai yang dipetik menggunakan jari tangan, kuku, atau alat bantu khusus yang disebut plektrum (pilih). Getaran dari senar tersebut kemudian disalurkan dan diperkuat melalui badan resonansi atau papan suara (soundboard) sehingga menghasilkan suara yang dapat didengar secara jelas.

Alat musik petik merupakan salah satu kategori instrumen tertua dalam sejarah peradaban manusia. Rentang variasi alat musik petik sangat luas, mencakup instrumen tradisional daerah hingga instrumen modern berbasis elektronika seperti gitar listrik.

Mekanisme

Proses pembentukan suara pada alat musik petik didasarkan pada hukum mekanika getaran senar. Ketika senar ditarik dari posisi setimbangnya dan dilepaskan, terjadi tegangan balik yang menyebabkan senar bergetar bolak-balik secara cepat pada frekuensi tertentu.

Frekuensi getaran senar

Frekuensi dasar ($f$) yang dihasilkan oleh senar dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu panjang senar ($L$), tegangan senar ($T$), dan massa jenis linier senar ($\mu$). Hubungan ini dirumuskan dalam persamaan frekuensi senar:

f=12LTμ
  • Panjang senar ($L$): Semakin pendek bagian senar yang bergetar, semakin tinggi frekuensi atau nada yang dihasilkan.
  • Tegangan senar ($T$): Semakin kencang penataan tegangan senar, semakin tinggi frekuensi suaranya.
  • Massa linier ($\mu$): Semakin tebal atau berat massa senar per satuan panjang, semakin rendah frekuensi suaranya (nada bas).
Transmisi dan Amplifikasi

Suara akustik yang dihasilkan langsung oleh getaran senar umumnya sangat lemah karena luas permukaan senar yang sempit tidak mampu memindahkan volume udara yang cukup. Oleh karena itu, getaran senar disalurkan melalui sadel dan jembatan (bridge) menuju ke papan suara atau kotak resonansi. Rongga di dalam badan instrumen beresonansi dengan frekuensi udara di dalamnya, memperkuat amplitudo gelombang suara sebelum dipancarkan keluar melalui lubang suara (soundhole).

Sejarah

Zaman Purba dan Antik

Bukti arkeologis tertua mengenai instrumen dawai ditemukan pada relief relief situs Mesopotamia dan Mesir Kuno yang berasal dari milenium ke-3 Sebelum Masehi. Instrumen awal umumnya berbentuk busur petik yang dikembangkan dari busur panah, kemudian berkembang menjadi harpa kuno dan lyre di Yunani Kuno.

Abad Pertengahan dan Renaisans

Di wilayah Timur Tengah, instrumen Oud berkembang pesat pada masa keemasan Islam. Oud kemudian masuk ke benua Eropa melalui semenanjung Iberia dan berkembang menjadi lute pada masa Renaisans. Lute menjadi instrumen istana yang sangat populer untuk mengiringi puisi dan lagu.

Era Modern dan Elektrifikasi

Pada abad ke-19, pengrajin gitar asal Spanyol, Antonio de Torres Jurado, merancang struktur gitar klasik modern dengan sistem penyangga kipas (fan bracing) di dalam badan gitar. Desain ini meningkatkan proyeksi volume dan memperkaya warna tonalnya.

Pada awal abad ke-20, kebutuhan akan volume suara yang lebih keras dalam orkestra Jazz memicu ditemukannya penangkap bunyi (pickup) elektromagnetik. Penemuan ini melahirkan gitar listrik dan bas listrik yang merevolusi perkembangan industri musik populer global seperti Rock, Blues, Pop, dan Metal.

Teknik permainan

Penguasaan alat musik petik melibatkan berbagai teknik ekspresi tangan kanan (memetik) dan tangan kiri (menekan nada):

  • Pizzicato / Fingerpicking: Teknik memetik senar secara langsung menggunakan ujung jari atau kuku tanpa menggunakan plektrum.
  • Flatpicking: Teknik memetik senar menggunakan plektrum tunggal buatan dari bahan seluloid atau plastik.
  • Tapping: Teknik memukul senar secara langsung di atas fret menggunakan jari-jari tangan kanan maupun kiri untuk menghasilkan nada cepat.
  • Slapping: Teknik memukul senar bas menggunakan ibu jari untuk menciptakan efek perkusif yang kuat, umum dalam genre Funk.
  • Harmonik: Teknik menyentuh titik nodus senar secara ringan tanpa menekannya penuh untuk menghasilkan nada tinggi seperti seruling.
  • Arpeggio: Teknik memainkan nada-nada dalam suatu akor secara berurutan satu per satu, bukan sekaligus.

Ragam

Gitar
Instrumen petik paling populer di dunia dengan enam senar, tersedia dalam varian akustik senar nilon, senar baja, dan gitar listrik.
Harpa
Instrumen berukuran besar yang memiliki banyak senar terbentang secara vertikal pada bingkai segitiga, dimainkan dengan memetik senar menggunakan kedua tangan.
Ukulele
Instrumen kecil berleher pendek asal Hawaii yang diadaptasi dari alat musik Portogis, umumnya memiliki empat senar nilon.
Sitar
Instrumen petik khas India Utara yang memiliki senar simpatetis di bawah senar utama, menghasilkan karakter suara berdengung yang khas.
Guzheng
Instrumen zither panjang khas Tiongkok dengan pasak geser yang dapat dipindahkan untuk mengatur nada.
Oud
Instrumen berbentuk buah pir tanpa fret yang menjadi cikal bakal lute di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Ragam tradisional

Indonesia memiliki kekayaan budaya instrumen petik tradisional yang tersebar di berbagai pulau:

Lihat pula

Referensi